Mengenai Saya

Foto Saya
berikan apa yang terbaik untuk ku"aku pun akan memberikannya lebih dari yg kamu berikan" Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.

Senin, 30 November 2009

Hikmah di Balik Bencana Alam

Jadi apa yang harus kita lakukan? "dengarkan kata Ebiet G. Ade dalam lagunya -untuk kita renungkan" kata seorang tokoh masyarakat di Banyumas. Kita harus "telanjang" dan "benar-benar bersih". ini kuncinya. Tokoh itu menambahkan, dalam kondisi apapun, jika kita telah memiliki jiwa yang bersih dan terbebas dari berbagai "pakaian" dunia yang hanya topeng itu, maka kita akan tetap merasa tenang, aman dan nyaman.

"banyak orang yang ketakutan akan menjadi korban bencana, itu pasti mereka yang tidak tahu hakikat sebenarnya dari bencana itu -yakni peringatan Tuhan kepada umat-Nya". Jika ditelaah lebih lanjut memang benar. Saya mencontohkan gempa yang menimpa Jogja beberapa waktu yang lalu. Ternyata dibalik gempa itu ada beribu hikmah yang dapat dipetik. Mulai dari kembalinya budaya gotong royong warga hingga terkikisnya kepercayaan-kepercayaan mistis (mitos) tentang "jaminan keamanan" hidup di Jogja karena dekat dengan Keraton dan diapit Gunung Merapi serta Laut Selatan.

Gunung Merapi, Keraton, laut selatan, hanyalah simbol. hakikatnya hanyalah mahluk ciptaan Tuhan. Dan karena banyak masyarakat yang telah terlalu mengagung-agungkan simbol-simbol itu, maka Tuhan (sang pemilik simbol) kemudian memperlihatkan kekuasaannya diatas segala simbol apapun di dunia ini. Tentu saja ini juga berlaku untuk semua mahluk di muka bumi ini.

Bagi mereka yang telah menyadari hal ini, tentunya akan menambah keyakinan dan ketakwaannya kepada Tuhan yang Mahaesa. Dan bagi mereka yang belum menyadari hal ini, semoga bencana yang menimpa akan menjadi jalan (titik balik) untuk kembali ke jalannya dan mencari keridhoan-Nya dalam segala aktitifitas kehidupan.

Bagi kita yang tidak terkena bencana? tentu semoga dapat menjadi pelajaran yang berharga. Bukankah untuk tahu bahwa di depan kita ada jurang kita tidak perlu meneruskan langkah setelah ada orang didepan kita yang terjatuh setelah melangkah kesana.

Berhati-hati, waspada tetapi tidak membesar-besarkan isu dan rumors. Percaya dan yakin pada ke-Maha Kuasaan Tuhan adalah kuncinya. Siapapun tentu tidak akan bisa mengetahui apa dan bagaimana hal yang akan terjadi berikutnya. Termasuk, apakah bencana yang menimpa bangsa ini akankah berlanjut atau tidak? Tidak ada yang tahu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar